WAVEx-RADAR, Alat Canggih Pengukur Kedalaman Laut

WAVEx-RADAR, Alat Canggih Pengukur Kedalaman Laut

PT Bahari Berjaya Indonesia bersama (BBI) PT Radar Telekomunikasi Indonesia (RTI) bekerja sama mengembangkan perangkat bernama WAVEx-RADAR. Perangkat yang mampu mengolah data radar menjadi informasi untuk mengetahui kedalaman dasar laut. WAVEx-RADAR merupakan inovasi dalam bidang kemaritiman. Riset perangkat lunak ini didanai riset produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). BBI bekerja sama dengan RTI.

Direktur PT BBI Andonowati menjelaskan proses penelitian dilakukan sejak 2018, dan selesai pada 2022. Pandemi menjadi ganjalan tersendiri. Andonowati mengatakan perangkat lunak yang diproduksinya itu digunakan untuk coastal area atau wilayah pesisir. WAVEx-RADAR dapat mengukur dan memonitoring kedalaman laut. Metode yang digunakan berbeda dengan perangkat lain.

Andonowati menjelaskan WAVEx-RADAR mengukur kedalaman laut hanya dengan melihat apa yang terjadi di permukaan air. Gelombang elektromagnetik dari radar dipancarkan ke permukaan air, kemudian data diolah melalui perangkat lunak. Data yang diambil antara lain data radar (citra gelombang laut), data angin, gelombang air dan lainnya. “Berbeda dengan alat tradisional yang menggunakan echosounder. Alat ini praktis hanya menggunakan image radar (citra radar),” ujar Andonowati.

Andonowati menyebutkan pihaknya telah bereksperimen selama enam kali. Dalam eksperimen itu salah satunya uji validasi antara penggunaan WAVEx-RADAR dan echosounder. Sementara itu, CEO PT RTI Mashuri Wahab mengatakan perangkat yang diciptakan BBI dan perusahaannya itu merupakan kebutuhan bagi kemaritiman. Data yang dihasilkan WAVEx-RADAR membantu perencanaan pembangunan di wilayah pesisir, seperti pelabuhan dan sebagainya, kemudian memonitor pelabuhan, deteksi sedimentasi, dan lainnya. Banyak pelabuhan dan sebagainya harus dimonitor secara realtime. Kita perlu pengujian lebih lanjut. Sehingga, hasil penelitian kita ini benar-benar bermanfaat. Bisa maksimal untuk kepentingan pelabuhan dan sebagainya,” ucap Mashuri.

Pushidros Tantang Uji Validasi

BBI dan RTI membeberkan tentang perjalanan riset hingga fungsi WAVEx-RADAR di hadapan perwakilan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ketiganya merespons positif inovasi tersebut. Saya apresiasi. Kok cerdas ya. Sudah dijelaskan berbagai macam, saya paham dengan background keilmuan saya,” jelas Kasubdis Oseanografi Pushidrosal Letkol Dian Adrianto.

Dian menerangkan metode pengukuran kedalaman laut hanya dengan mengidentifikasi gelombang permukaan air, tanpa harus ke dasar laut yang digunakan WAVEx-RADAR menjadi pembeda dengan lainnya. Dian menyebutkan perangkat lunak tersebut merupakan terobosan baru. Dian pun mengajak agar BBI dan RTI melakukan uji validasi bersama dengan Pushidrosal. Pengujian validasi ini dilakukan dengan metode komparasi antara hasil perhitungan WAVEx-RADAR dan alat lainnya, salah satunya echosounder.

“Ke depan kita harus (uji) bareng. Kita buktikan. Tentu bersama dengan lembaga lain. Informasi ini sangat penting, tentu harus pembuktian bersama,” ucap Dian. Senada disampaikan perwakilan KKP Indah Prasetyana selalu Subkoord Perencanaan Pelabuhan dan Perikanan. Indah sepakat dengan ajakan Pushidrosal untuk menguji kembali WAVEx-RADAR. Indah menjelaskan sejatinya perangkat lunak anyar itu sangat membantu perencanaan pembangunan pelabuhan.

“Soal validasi setuju. Segala sesuatu yang baru harus didukung, divalidasi. Kita terbuka, jika butuh tempat validasi di pelabuhan kami, siap Indah menerangkan perencanaan pembangunan pelabuhan membutuhkan data kedalaman laut atau batrimetri. Saat ini totalnya ada 597 pelabuhan, 198 di antaranya masih calon. Kami punya pelabuhan perikanan di sungai. Ini challenge juga ya. Karena, kami berharap ada teknologi yang efektif, bisa tepat dan akurat mengukur kedalaman, dan bisa diaplikasikan ke sungai.

Teknologi