Wajib Mengetahui Pentingnya Pemahaman Etika Berinternet di Dunia Maya

Wajib Mengetahui Pentingnya Pemahaman Etika Berinternet di Dunia Maya

(Kementerian Komunikasi dan Informatika) bersama GNLD (Gerakan Nasional Literasi Digtal) Siberkreasi melakukan kolaborasi untuk menggelar program Indonesia Makin Cakap Digital di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, secara daring.

Salah satu kegiatan yang digelar adalah webinar bertema ‘Makin Cakap Digital, Makin Cakap Berpendapata di Dunia Maya. Webinar ini digelar mengingat di dunia maya seseorang tidak bisa bertindak sesuka hati, dan tetap mengikuti etika berinternet.
Internet tetap memiliki aturan tersendiri berdasarkan hukum yang berlaku. Oleh sebab itu, apabila melanggar hukum di dunia maya, tidak tertutup kemungkinan ancamannya bisa mendapat hukuman.

Rektor STIKOSA AWS Meithiana Indrasari yang hadir sebagai salah satu pembicara di webinar tersebut menuturkan, segala aktivitas digital di ruang digital dan menggunakan media digital membutuhkan etika digital.

Dalam hal ini, warganet harus paham dengan etiket menggunakan internet, termasuk konsekuensi jika melanggar atau menyebarkan konten negatif.

Untuk diketahui, jenis konten negatif berdasarkan UU ITE adalah yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran berita bohong atau hoaks dan menyesatkan hingga mengakibatkan kerugian, serta penyebaran kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

“Ini semua aturannya sudah jelas, ancaman penjaranya sudah jelas, ancaman dendanya juga sudah jelas. Jadi, jangan sampai jari kita ini menjadi bui.
Selain Meithiana, pakar media Karmila membahas mengenai lima jenis komentar di internet yang bisa berujung pidana yaitu komentar body shaming dan pencemaran nama baik, komentar hoaks, komentar ancaman, komentar kesusilaan, dan komentar mengandung SARA.

Komputer