Tertarik Bekerja di Industri Teknologi? Kuasai 3 Keterampilan Penting Ini

Tertarik Bekerja di Industri Teknologi? Kuasai 3 Keterampilan Penting Ini

Perkembangan teknologi yang kian pesat memang telah memunculkan berbagai inovasi baru dan membuka banyak peluang bagi para pencari kerja. “Industri teknologi itu industri yang menarik, karena yang namanya teknologi selalu berkembang. Dari hari ke hari, waktu ke waktu,” ujarnya beberapa waktu lalu. Maka dari itu, Kawan Puan yang tertarik untuk meniti karier di sektor teknologi harus bisa bersaing dengan menawarkan keterampilan yang dibutuhkan.

Berikut ini tiga keterampilan paling penting yang harus dimiliki oleh siapapun yang ingin berkarier di industri teknologi, seperti dijelaskan oleh Dian.

1. Rasa ingin tahu yang tinggi

Menurut Dian, curiosity mindset merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin bekerja di industri teknologi. Pasalnya, seseorang yang memiliki pola pikir ini dapat terus berkembang dan terbuka untuk mempelajari hal-hal baru yang akan terus ada di sektor ini. “Jadi kalau mau masuk ke industri teknologi, menurut saya kita harus punya curiosity mindset. Enggak hanya stuck di saat ini, tapi kita punya curiosity.

2. Keterampilan beradaptasi

Perkembangan teknologi yang bisa dibilang cukup cepat dari waktu ke waktu membuat siapapun yang bekerja di sektor ini harus mampu beradaptasi. Agar bisa terus mengikuti tren dan setiap perkembangannya, Dian Wanni turut menekankan pentingnya keaktifan di tempat kerja. “Yang kedua kita juga harus punya agility supaya bisa beradaptasi dengan perkembangan yang selalu berjalan di industri teknologi. Enggak hanya menunggu, tapi kita harus proaktif.

3. Terbuka dan bisa menerima masukan

Terakhir yang tak kalah penting ialah memiliki pola pikir yang terbuka, dengan kata lain Kawan Puan harus bisa mendengarkan orang di sekitarmu. Nantinya, keterampilan untuk menerima masukan dari orang lain ini dapat membantumu agar bisa terus mengembangkan karier di industri teknologi.

Jadi enggak hanya menginginkan atau mau mendengar apa yang mau kita dengar saja, tetapi juga harus open minded bahwa sebetulnya feedback dan input yang kita dapat dari orang lain itu bisa kita olah untuk kebaikan kita, “Kalau ada yang memberi feedback, kita lihat apakah feedback tersebut kontributif. Kalau kontributif, kan, berarti suatu hal yang bagus untuk kita ikuti,

Teknologi