Sembilan Fakta Menarik Tentang Data Scientist

Sembilan Fakta Menarik Tentang Data Scientist

Fakta Data Scientist pasti sudah asing di era yang sudah serba digital ini, ilmu tentang data science menjadi sangat populer. Data science, menggabungkan ilmu matematika, statistika, dan ilmu komputer dengan tujuan untuk menganalisis suatu data, baik dengan skala kecil maupun besar.

Profesi ini mengandalkan kemampuan analisis data seperti menggabungkan data dari berbagai sumber dan memastikan konsistensi dataset (data preparation), memilih faktor atau algoritma yang mempengaruhi hasil prediksi (data exploration), serta membuat infografis untuk memudahkan para pengambil keputusan dalam memahami data (data visualisation).

Mengingat beratnya beban pekerjaan yang harus ditanggung seorang data scientist, tentu bukan tanpa alasan profesi ini mendadak booming terutama dikalangan gen Z, dengan iming-imingi gaji yang cukup besar.

Untuk mengenal data scientist lebih lanjut, berikut 9 fakta menarik ulasan tentang profesi fakta data scientist yang berhasil dirangkum dari beberapa sumber.

1. Profesi idaman nomer 1 di Indonesia

Data scientist merupakan profesi paling populer selama 3 tahun terakhir ini. Sebab, profesi ini merupakan salah satu pekerjaan yang paling banyak diminati terutama di era digital.

2. Data scientist dapat mempengaruhi keputusan bisnis

Menjadi seorang data scientist tentunya harus siap mengemban banyak tugas-tugas berat yang berkaitan langsung dengan kemajuan perusahaan. Seorang data scientist menjadi sangat berharga bagi perusahaan karena hasil analisa yang dihasilkan sangat mempengaruhi keputusan bisnis yang akan diambil oleh pimpinan.

3. Kebutuhan yang tidak seimbang dengan ketersediaan

Dalan sebuah artikel Harvard Business Review disebutkan, bahwa meskipun profesi data scientist menjadi profesi paling hot dalam 10 tahun terakhir, namun ironisnya jumlah kebutuhan akan data scientist masih belum bisa tercukupi karena jumlah ketersediaan talent yang sangat terbatas.

4. Pekerjaan data scientist tidak sepenuhnya ‘otomatis’

Dalam kehidupan nyata, data yang akan di jumpai tidak benar-benar dalam keadaan yang “bersih”. Bahkan ketika data telah di kumpulkan dan di bersihkan dengan seteliti mungkin, beberapa ketidaksesuaian atau error masih mungkin untuk menyelinap pada beberapa titik. Seorang data scientist di tuntut harus tahu cara bekerja menggunakan data walaupun terdapat beberapa noise dan bertanggung jawab untuk membersihkan noise-noise tersebut.

5. Data scientist belajar beberapa bahasa pemrograman

Selain mempelajari ilmu statistika dan matematika, data scientist juga harus mempelajari berbagai bahasa pemrograman. Sebagai contoh, bahasa pemrograman. Data Scientist akan sering menggunakan bahasa ini saat bekerja. Jangan mengatakan di rimu seorang data scientist jika tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan bahasa pemrograman tersebut.

6. Semakin banyak data tidak menjamin hasil yang semakin akurat

Memiliki suatu dataset dengan jumlah minimun data yang pas untuk membuat analisis yang tepat. Maka, dataset ini dapat di sebut dengan dataset yang ideal. Misalkan, ingin menambah suatu data baru ke dalam dataset ideal, dengan penambahan keseluruhan dataset, maka perlu untuk direkonstruksi kembali dengan mempertimbangkan data-data yang baru. Saat merekonstruksi ulang dataset, harus melakukan cleaning data dan melalui berbagai proses sebelum melakukan sebuah analisis.

7. Data science dalam kompetisi dan kasus nyata itu berbeda

Meraih kesuksesan dalam suatu kompetisi data science memang dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang bahkan hingga membuatnya ingin berkarir di bidang data. Namun, penting untuk diketahui bahwa kondisi yang ada dalam kompetisi dan kondisi dalam kehidupan nyata sebenarnya cukup berbeda.

8. Data scientist butuh skill public speaking

Jika pernah berpikir menjadi data scientist cukup dengan menguasai ilmu statistika dan bisa pemrograman saja itu tidak cukup. Meskipun kedua hal ini memang di perlukan seorang data scientist, ternyata masih ada skill lainnya yang juga perlu di kembangkan yaitu communication skill. Data scientist perlu berkoordinasi baik dengan timnya sendiri maupun dengan tim lainnya. Tanpa di dukung dengan komunikasi yang tepat, mungkin saja apa yang menjadi tujuan perusahaan jadi tidak tercapai.

9. Gaji data scientist lebih besar di banding profesi IT lainnya

Fakta terakhir ini, mungkin fakta yang paling membuat bahagia. Seperti, yang telah di bahas di awal, pendapatan seorang data scientist memang cukup besar. Bahkan, gaji seorang data scientist lebih tinggi di banding profesi-profesi di bidang IT lainnya. Karena gaji yang cukup menggiurkan dan peluang yang cukup besar. Tidak heran banyak calon IT muda memilih data science sebagai pilihan karier.

Menanggapi hal ini, Rachmat Adi purnama selaku ketua program studi (kaprodi) Ilmu Komputer Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Senin (15/08/2022) mengatakan, profesi data scientist bertanggung jawab dalam pengolahan data pada suatu instansi.

“Tugas dari data scientist di mulai sejak pengumpulan data hingga mendapatkan rekomendasi untuk pengembangan bisnis. Data yang di peroleh akan di olah agar dapat membantu dalam pengambilan keputusan perusahaan,” ujar Rachmat.

Ia menyampaikan, buat Gen Z yang tertarik ingin masuk ke dalam dunia data scientist atau mencoba menjadi calon IT yang bergaji besar. Bisa segera mendaftarkan diri ke prodi Ilmu Komputer Universitas BSI. Universitas BSI sudah membuka penerimaan mahasiswa baru (PMB) gelombang 6 sejak 4 Agustus hingga 1 September 2022 datang.

“Cukup melakukan pendaftaran dengan mengunduh aplikasi PMB-UBSI di playstore secara gratis atau melalui website https://bsi.pmbonline.id/. Universitas BSI juga memberikan kesempatan pembayaran dengan sistem cicilan yang bekerja sama dengan aplikasi Danacita. Cicilan tersebut sebesar 600 ribuan saja,” terangnya.

Ia juga menginformasikan bahwa lokasi kampus Universitas BSI tersebar di beberapa tempat yakni Universitas BSI kampus Fatmawati, Universitas BSI kampus Kramat 98, Universitas BSI kampus Salemba 22, Universitas BSI kampus Tangerang, Universitas BSI kampus Margonda, Universitas BSI kampus Bekasi, Universitas BSI kampus Jatiwaringin, Universitas BSI kampus Ciledug, Universitas BSI kampus Cengkareng, Universitas BSI kampus Kaliabang, Universitas BSI kampus Dewis Sartika B, Universitas BSI kampus Kalimalang dan Universitas BSI kampus Slipi.

Pemrograman