PT INKA Operasionalkan Bus Listrik E-Inobus dalam ETWG II

PT INKA Operasionalkan Bus Listrik E-Inobus dalam ETWG II

PT Industri Kereta Api atau INKA (Persero) mengoperasionalkan bus listrik E-Inobus medium dalam acara pertemuan Energy Transition Working Group (ETWG) II di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur  Pengoperasian kendaraan yang berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 23 hingga 25 Juni 2022. Durasi waktu itu sesuai berlangsungnya pertemuan ETWG II di Labuan Bajo.

Senior Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dsn Stakeholder Relationship PT INKA (Persero) Bambang Ramadhiarto mengatakan bahwa kolaborasi itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo terhadap pelaksanaan transisi energi. Juga, sebagai bentuk dukungan BUMN dalam mempercepat tercapainya target ‘carbon neutral’ pada 2060. “Salah satu program yang perlu didukung yaitu membangun ekosistem kendaraan bermotor berbasis listrik (KLBB), ” kata Bambang dalam keterangannya.

Sementara itu, acara ETWG II ini merupakan lanjutan dari pembahasan di Yogyakarta. Delegasi dalam acara ETWG II ini berasal dari 20 negara anggota G20. Adapun rinciannya, sepuluh negara undangan dan delapan dari organisasi internasional. Sebagai pemimpin dari delegasi Indonesia adalah Yudo Dwinanda Priadi selaku ketua ETWG sekaligus Staf Ahli Bidang Perencanaan  Strategis Kementerian ESDM.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi penyerahan bus listrik buatan Universitas Indonesia (UI) ke pemerintah. Ia mengatakan bus listrik UI tersebut berpotensi untuk bisa dioptimalkan penggunaannya di dalam negeri, dan bahkan untuk ekspor. Bus ini nantinya bisa kita gunakan untuk dalam negeri dan juga bisa kita ekspor,” kata Budi Karya saat acara penyerahan dua bus listrik UI di Universitas Indonesia, Depok, Jumat, 10 Juni 2022, dalam keterangan resminya. Kemenhub bersama sejumlah pihak seperti Kemendikbud, Kemenperin, dan sejumlah perguruan tinggi atau universitas telah melakukan penelitian secara mendalam untuk menghadirkan angkutan massal listrik buatan dalam negeri.

Menhub mengatakan ada sejumlah hal yang harus diupayakan dalam pengembangan angkutan massal listrik seperti bus. Pertama, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan kedua membuat baterai yang lebih kecil dan lebih ringan, dan peralatan lainnya yang menunjang agar bus listrik buatan dalam negeri ini bisa lebih kompetitif. Menurut Budi Karya, penggunaan angkutan massal berbasis listrik merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka menurunkan emisi karbon di sektor transportasi, dalam upaya mengatasi isu perubahan iklim dan pemanasan global.

Ia terus mendorong perguruan tinggi untuk membantu upaya percepatan transisi dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan kendaraan listrik, kata Budi Karya, khususnya untuk angkutan massal adalah keniscayaan yang harus dikawal bersama. “Ini merupakan upaya kita mengatasi polusi dan kemacetan lalu lintas. Untuk itu inisiatif yang dilakukan UI membuat angkutan massal listrik ini sangat penting,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bus listrik buatan UI itu bakal digunakan untuk mendukung transportasi pada perhelatan KTT G20 yang akan berlangsung pada bulan Oktober-November 2022 di Bali.

 

Teknologi