Perkembangan TikTok di Indonesia Meluas di Tahun 2020

Perkembangan TikTok di Indonesia Meluas di Tahun 2020

Perkembangan TikTok di Indonesia, Sebagai negara dengan pengguna internet aktif dan cukup tinggi, aplikasi asal China yaitu TikTok memiliki pengguna aktif bulanan sebanyak 10 juta. Dengan pengguna sebanyak itu, tak heran jika keputusan Menkominfo memblokir TikTok di Indonesia langsung menuai reaksi, tak hanya dari pengguna tapi juga dari petinggi TikTok di China.

Fenomena TikTok bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia terutama kawasan Asia. Hingga Juni lalu, pengguna aktif TikTok di dunia tercatat mencapai 150 juta. Sepanjang kuartal pertama 2018, TikTok mengukuhkan diri sebagai aplikasi paling banyak diunduh yakni 45,8 juta kali. Ini sekaligus mengalahkan aplikasi populer lain seperti WhatsApp, YouTube, Facebook Messenger, dan Instagram.

Sejarah TikTok di Dunia

Seperti yang telah di ketahui, TikTok adalah jejaring sosial berbagi video pendek yang memungkinkan pengguna dapat membuat video menyanyi, dan juga menari. Di sebutkan bahwa dua sahabat Alex Zhu dan Luyu Yang memulai upaya untuk mengembangkan layanan aplikasi jejaring sosial dengan konsep baru. Celah tersebut mereka lihat karena belum ada platform yang menyediakan hiburan melalui video pendek.

Rintisan aplikasi ini di luncurkan di China dan Amerika pada tahun 2014. Mereka kemudian menamakannya Musical.ly. Dan aplikasi ini dengan cepat menjadi sangat populer di kalangan remaja di Cina dan Amerika. Pada tahun 2015, jutaan orang bergabung dengan musik karena popularitasnya. Selain dari negara-negara seperti China dan Amerika, aplikasi Musically menyebar ke seluruh dunia. Pada Mei 2016, lebih dari 70 juta orang mengunduh Musical.ly dan lebih dari 10 juta video di unggah setiap hari di aplikasi ini.

Semuanya berjalan dengan baik, dengan kemudian ada aplikasi lain yang bernama Douyin. Kedua aplikasi tersebut kemudian menggabungkan diri dan membentuk platform baru yang bernama TikTok. Setelah 2 Agustus 2018, TikTok popularitasnya meningkat seperti Facebook dan YouTube.

Saat ini, TikTok telah di gunakan oleh di 154 negara di seluruh dunia dengan 800 juta pengguna aktif setiap harinya. Di India, ada lebih dari 119 juta pengguna aktif dengan catatan pengunduhan sebanyak 277,6 juta kali. Sementera di China, pengguna yang menggunakan aplikasi ini secara rutin tercatat sebanyak 400 juta orang. Penghasilan TikTok telah meningkat secara proporsional dengan peningkatan popularitasnya. Pada Oktober 2018, TikTok menghasilkan US$ 3,5 juta per bulan dari pembelian dalam aplikasi, seperti emoji dan hadiah digital.

Perkembangan TikTok di Indonesia

Saat ini pengguna Tiktok di Indonesia mencapai angka 92,2 juta pengguna, di hitung Per Juli 2021 jumlah ini meningkat. Pada awal pandemi, tepatnya April 2020 pengguna Tiktok hanya mencapai 37 juta pengguna. Data tersebut diambil dari Internal Data April 2021, Id Audience. Menyadur dari Bogordaily.net -jaringan Suaracom, pengguna aktif Tiktok terbanyak adalah perempuan dengan penggunaan android lebih banyak daripada IOS.

Usia penggunanya paling banyak adalah 18-34 tahun dan 36 persen pengguna merupakan pekerja penuh waktu. Namun, ternyata pada usia 13 tahun sudah mulai banyak yang aktif menggunakan Tiktok. Digital Content Creative Manager Dompet Dhuafa, mengungkapkan alasan peningkatan ini adalah karena semenjak pandemi, masyarakat di rumah saja.

Oleh sebab itu, banyak yang bosan dan mulai ikut-ikutan main tiktok yang akhirnya, sampai saat ini terciptalah ekosistemnya sendiri. Selain itu, Tiktok disukai karena tiga hal, yaitu mudah di gunakan, memiliki beragam fitur, seperti musik, editing video, voice over, sticker, duet serta video Tiktok itu sederhana. Melihat betapa aktif dan besarnya pengguna Tiktok di Indonesia, maka tidak heran saat ini banyak brand yang mulai melakukan strategi promosi di platform tersebut.

Dampak Negatif dan Positif dari Perkembangan TikTok di Indonesia

Dampak positif perkembangan tiktok

Aplikasi tiktok khusunya berdampak teknologi informasi dan komunikasi dari segi positif maupun segi negatif . Dampak positif perkembangan tiktok salah satunya yaitu:

  1. Sebagai salah satu aplikasi yang dapat mendorong kreativitas seseroang dalam membuat suatu karya.
  2. Aplikasi untuk mengekspresikan kreativitas khusunya dalam pembuatan video. Aplikasi Tik Tok sendiri merupakan platform untuk membuat video dengan efek spesial dan unik dengan mudah. Tik Tok juga menyuguhkan berbagai macam musik untuk latar video, sehingga penggunanya dapat menciptakan video yang lebih menarik.
  3. Aplikasi tiktok ini juga berbasis video dan musik, dan dapat melati diri remaja atau anak anak untuk mengasah skill editing video, untuk konten-konten yang lebih bermanfaat.

Dampak negatif perkembangan tiktok

Terdapat banyak dampak negatif yang di berikan, sampai kominfo harus memblokir aplikasi tiktok di indonesia, salah satunya segi negatif dari tiktok sendiri adalah:

  1. Secara tidak langsung, tiktok menjadi penyebab generasi remaja untuk suka bergoyang ria, Apabila anda termasuk seseorang yang sering aktif di Instagram, pastinya anda akan menjumpai beberapa netizen dengan berbagai video yang di buat dengan menggunakan aplikasi tiktok ini. Ada yang biasa saja, dan ada yang Luar Biasa, luar biasa keterlaluan. Bahkan ada beberapa remaja dan anak-anak bergoyang ria yang tidak wajar.
  2. Membuat video yang tidak sewajarnya, bahkan tidak hanya remaja saja mereka melibatkan anak-anak kecil dalam pembuatan video tiktok demi respon yang banyak dari netizen , berani bernyanyi lagu dan berakting orang dewasa.
  3. Apabila ini di anggap sebagai media hiburan, maka Youtube lebih baik. Memang benar, tujuan aplikasi ini plure untuk hiburan, tapi hiburan yang berlebihan juga tidaklah benar.
  4. Terdapat banyak video yang tidak pantas menjadi contoh yang tidak baik bagi perilaku remaja dan anak jaman sekarang. Ironisnya banyak akun yang mengunggah video sejenis tanpa mereka bisa menyadari bahwa video yang mereka tiru itu bukanlah hal yang pantas untuk di tiru.
  5. Seseorang menjadi terlalu kreatif demi video yang lucu dan menarik sehingga tidak mampu menilai mana yang pantas dan mana yang tidak. Banyak remaja yang memang kreatif dalam membuat video agar bisa mendapat banyak respon dari orang lain. Tapi mereka menjadi seperti tidak berpikir dahulu sebelum merekam apa yang mereka lakukan.

Dari penjelasan di atas kita sudah membahas tentang perkembangan tiktok di indonesia dan apa saja dampak positif maupun negatif dari aplikasi yang sedang fenomena di indonesia ini yaitu tiktok. Kembali lagi kepada diri kita sendiri untuk menggunakan teknologi lebih baik dan bijak.

Perangkat Lunak