Nokia: Krisis Chip Semikonduktor Global Akan Mereda Akhir Tahun Ini

Nokia: Krisis Chip Semikonduktor Global Akan Mereda Akhir Tahun Ini

Nokia memperkirakan krisis chip semikonduktor global akan mulai mereda akhir tahun ini.
krisis chip semikonduktor yang dimulai saat puncak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 telah mempengaruhi berbagai industri, termasuk telekomunikasi. Nokia memperkirakan tekanan terhadap pasokan chip semikonduktor akan mereda di paruh kedua 2022 dan paruh pertama tahun depan.

“Arah keseluruhan dalam industri semikonduktor saat ini berada di situasi yang positif, tetapi kami terus mengalami kendala pada kuartal kedua,” kata Pekka Lundmark, CEO Nokia dalam sebuah wawancara. Buku pesanan kami akan memungkinkan pertumbuhan yang lebih cepat jika ada lebih banyak komponen yang tersedia.” tambahnya.

Gangguan rantai pasokan juga menyebabkan peningkatan biaya, mengikis margin, dan memaksa perusahaan untuk menaikkan harga. Sementara itu, permintaan chip diperkirakan akan turun akhir tahun ini karena penjualan smartphone dan PC juga mengalami penurunan, sehingga meningkatkan pasokan ke industri lain. Margin Nokia turun sedikit pada kuartal tersebut, sedangkan pendapatan inti kuartalan Ericsson meleset dari ekspektasi.

“Menyusul peringatan margin minggu lalu dari rekan Ericsson, kami pikir Nokia berkinerja baik dalam menghadapi risiko inflasi dan rantai pasokan. Kami juga terus melihat peluang ekspansi margin yang kuat di luar hambatan jangka pendek,” tulis analis Citi dalam sebuah laporan penelitian.

Nokia menegaskan, prospek penjualan bersih selama setahun penuh berkisar antara 23,5 miliar euro hingga 24,7 miliar euro, dan panduan margin operasi yang sebanding dari 11 persen hingga 13,5 persen. Di sisi lain, laba operasional Nokia pada kuartal kedua mengalami kenaikan dari 682 juta euro tahun lalu menjadi 714 juta euro, mengalahkan perkiraan rata-rata 636,52 juta euro dari 11 analis yang disurvei oleh Refinitiv.

Jerman Siap Tanam Investasi Industri Semikonduktor untuk Atasi Kelangkaan Chip

Industri elektronika Indonesia berkembang pesat usai fokus pemerintah mendorong ke ranah industri 4.0. Majunya berbagai sektor elektronika juga meningkatkan kebutuhan akan chip semikonduktor. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan Indonesia merupakan pasar yang besar bagi produk elektronika. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian memacu tumbuhnya industri semikonduktor, langkah ini diyakini akan memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri sehingga bisa lebih berdaya saing.

“Kami melihat, permintaaan semikonduktor yang meningkat ini merupakan peluang investasi yang strategis. Indonesia perlu merebut peluang tersebut,. Selain itu, adanya perkembangan perangkat telekomunikasi dan otomotif khususnya kendaraan listrik (Electrical Vehicle/EV), serta digitalisasi di banyak sektor, juga semakin membuka kesempatan bagi industri semikonduktor.

Agus optimisitis, pengembangan industri semikonduktor di tanah air dapat diakselerasi, misalnya dengan bergabung ke dalam ekosistem industri semikonduktor dunia dan memasuki rantai pasok chip global.

Industri elektronika Indonesia berkembang pesat usai fokus p
Industri elektronika Indonesia berkembang pesat usai fokus pemerintah mendorong ke ranah industri 4.0
“Hal ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan negara pemain chip global, salah satunya adalah Jerman,” ungkap Menperin.

Melalui pertemuan pada kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier, Indonesia dan Jerman sepakat untuk meningkatkan investasi di bidang industri berteknologi tinggi dan membuka peluang untuk mengembangkan pabrik semikonduktor di Indonesia agar industri tersebut dapat berperan dalam rantai pasok chip global.

PT Infineon Technologies Batam, telah berkomitmen untuk peningkatan investasi sebesar 35,37 juta Euro atau setara Rp 569,3 miliar untuk peningkatan kapasitas 65 juta per-minggu pada tahun 2025 dan akan bertambah menjadi 83,57 juta Euro, sekitar Rp 1,3 triliun untuk kapasitas 150 juta per-minggu sampai 2030.
PT Infineon Technologies Batam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri semikonduktor dan telah berinvestasi di Indonesia sejak 1996.

Kapasitas produksi PT Infineon Technologies Batam pada tahun 2020 mencapai 15 juta pcs per-minggu dan meningkat menjadi 22 juta pcs per-minggu tahun 2021.

Teknologi