Dukungan Teknologi Antariksa pada Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia

Dukungan Teknologi Antariksa pada Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama hampir dua tahun ini telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan manusia di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Ketika kasus pertama Covid-19 ditemukan di Indonesia, pemerintah segera mengeluarkan kebijakan untuk mencegah semakin menyebarnya wabah ini. Kebijakan yang diambil pemerintah di awal merebaknya pandemi Covid-19 adalah melakukan lockdown total. Kebijakan ini melarang orang beraktivitas di luar rumah. Setiap orang diwajibkan untuk bekerja, sekolah, dan beribadah di rumah masing-masing.

Selain itu, aktivitas makan dan berkumpul di tempat umum seperti rumah makan dan tempat wisata serta bepergian ke luar daerah juga dilarang. Kebijakan lockdown ini menyebabkan tempat-tempat umum kehilangan pengunjung yang berujung pada berkurangnya pemasukan dan pemutusan hubungan kerja. Adanya pemutusan hubungan kerja menyebabkan banyak orang kehilangan sumber penghasilan sementara kebutuhan hidup tetap menuntut untuk dipenuhi.

Kondisi ini akhirnya berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas. Data menunjukkan, bahwa angka kejahatan meningkat sebanyak 11,8% pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Jakarta dan beberapa daerah lain di Indonesia. Namun, di lain pihak, kebijakan lockdown tidak hanya membawa dampak negatif. Banyak kelompok masyarakat yang menjadi lebih kreatif dengan memanfaatkan teknologi untuk dapat melanjutkan kehidupan.

Media yang menyediakan aplikasi untuk melakukan panggilan video menjadi lebih memasyarakat, sebab makin banyak orang menggunakannya untuk dapat tetap terhubung dengan keluarga atau kerabat yang tinggal berjauhan. Aplikasi seperti zoom, Microsoft Teams, dan Google Classroom juga makin banyak dipakai oleh anak sekolah dan para pekerja yang memerlukan media untuk bisa rapat atau berdiskusi. Media dan aplikasi tersebut bisa bekerja karena didukung oleh teknologi antariksa.

Teknologi antariksa adalah teknologi yang digunakan untuk pergi dan mengambil objek di antariksa. Teknologi ini sudah sangat mempermudah kehidupan manusia, meskipun banyak orang yang tidak mengetahui, bahwa hidup mereka menjadi lebih mudah dengan adanya teknologi antariksa. Beberapa contoh penggunaan teknologi antariksa dalam kehidupan sehari-hari misalnya penentuan lokasi pada waktu sebenarnya menggunakan Global Positioning System (GPS), teknologi untuk meramalkan cuaca, sektor perbankan seperti mesin ATM, dan aktivitas lain yang memerlukan transaksi pada waktu sebenarnya.

Selain itu juga penginderaan jauh untuk mengamati bumi dan menentukan potensi pertanian, perikanan, dan sebagainya. Baca juga: Ramai-ramai Kirim Satelit ke Antariksa, Ini Bahayanya Menurut Pakar Pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia, pemanfaatan teknologi antariksa telah diaplikasikan pada beberapa bidang. Pertama pada layanan telemedicine. Layanan telemedicine merupakan layanan pemeriksaan dan konsultasi secara daring. Layanan ini khususnya sangat membantu masyarakat yang memerlukan layanan kesehatan di masa pandemic, ketika orang tidak bisa keluar rumah dan pergi ke fasilitas kesehatan.

Layanan ini juga dapat membantu masyarakat yang di daerah tempat tinggalnya tidak ada petugas dan layanan kesehatan. Telemedicine menggunakan teknologi satelit komunikasi, yang memungkinkan konsultasi secara virtual menggunakan media telekonferensi dan pembayaran transaksi pada waktu sebenarnya. Ini Misi yang Dilakukan Layanan ini juga memanfaatkan teknologi satelit navigasi, yaitu GPS ketika pasien memerlukan obat untuk diantar ke rumahnya. Kedua adalah aplikasi PeduliLindungi.

Aplikasi ini adalah aplikasi yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia yang digunakan untuk melakukan pelacakan. Pada saat bepergian dan memasuki temapt umum, masyarakat perlu untuk melakukan pindai pada aplikasi PeduliLindungi sehingga riwayat perjalanannya bisa terekam. Manakala ada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, aplikasi PeduliLindungi akan memberitahukannya kepada orang-orang yang kebetulan telah berinteraksi dengan orang tersebut, misalnya pernah sama-sama berada di sebuah pusat perbelanjaan. Hal ini dapat memudahkan pemerintah melakukan pelacakan kepada orang yang terkonfirmasi positif covid-19 serta orang-orang lain yang berinteraksi dengan orang tersebut.

Aplikasi PeduliLindungi menggunakan teknologi satelit navigasi untuk bisa menentukan lokasi pemilik aplikasi secara tepat. Ketiga adalah layanan satu data yang diterapkan dalam berbagai program kesehatan pemerintah. Layanan satu data telah diterapkan dalam dua sistem yaitu SIRANAP dan SISRUTE yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan menggunakan sistem geotagging. Layanan SIRANAP berfungsi untuk memberikan informasi terkait rawat inap dan SISRUTE memberikan informasi terintegrasi. Sistem geotagging mengandalkan teknologi antariksa, yaitu satelit navigasi untuk dapat menentukan lokasi secara akurat.

Selain kedua aplikasi tersebut, satu data juga digunakan dalam aplikasi e-HAC (electronic health card) yang harus diisi seseorang sebelum melakukan perjalanan serta program vaksinasi. Dengan adanya layanan satu data, setiap masyarakat Indonesia bisa diketahui riwayat vaksinasinya hanya dengan memasukkan nomor induk kependudukan pada aplikasi PeduliLindungi.

Layanan satu data dengan menggunakan nomor induk kependudukan ini, juga dapat membantu pada hal lain. Misalnya, informasi riwayat vaksinasi juga akan tercetak di tiket kereta, sehingga saat proses pengecekan, calon penumpang tidak perlu menunjukkan sertifikat vaksin secara fisik. Keempat, teknologi antariksa khususnya satelit navigasi dan satelit komunikasi, telah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan munculnya berbagai aktivitas jual beli online atau yang biasa disebut e-commerce.

Ketika larangan keluar rumah diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19, orang-orang yang memiliki bisnis mulai memindahkan media bisnisnya, yang semula berbasis tatap muka menjadi bisnis virtual. Berbagai layanan pesan antar, titip belanja, serta pemesanan makanan secara online makin marak di masa pandemi. Kondisi ini tidak hanya membawa keuntungan bagi pemilik usah,a tetapi juga membuka peluang baru bagi jasa ekspedisi serta pengemudi online. Selama pandemi, ketika orang diminta beraktivitas di rumah saja, kegiatan menggunakan media komunikasi makin meningkat, baik untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti membeli makan dan kebutuhan hidup sehari-hari, serta untuk memenuhi kebutuhan sekunder, seperti mengisi waktu luang dengan bermain menggunakan aplikasi seperti tiktok.

Kelima pada level instansi pemerintah, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengembangkan LAPAN Hub Covid-19 yang berguna untuk memonitor kondisi penyebaran wabah Covid-19. LAPAN Hub Covid-19 ini memberikan informasi mengenai zona potensi bahaya Covid-19 harian per kelurahan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Portal ini juga menyediakan informasi jumlah kasus terkonfirmasi positif, sembuh, dan meninggal pada waktu sebenarnya di semua provinsi di Indonesia. Portal LAPAN Hub covid-19 memanfaatkan teknologi antariksa lain, yaitu teknologi penginderaan jauh untuk mengamati kondisi bumi khususnya di seluruh Indonesia.

Setelah melihat uraian pemanfaatan teknologi antariksa selama masa pandemi tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknologi antariksa telah banyak mendukung kehidupan masyarakat Indonesia selama kondisi sulit akibat pandemi global. Ketika banyak orang terpaksa kehilangan pekerjaan karena larangan berkumpul di tempat umum dan bepergian, bekerja atau memindahkan bisnis di sektor online dapat menjadi alternatif. Begitu pula ketika membutuhkan konsultasi dengan dokter tetapi tidak bisa pergi, bisa memanfaatkan berbagai layanan telemedicine.

Teknologi