Database Adalah: Pengertian dan Jenisnya

Database Adalah: Pengertian dan Jenisnya

Database Adalah: Pengertian dan Jenisnya, Database adalah sekumpulan data atau informasi yang tersimpan secara sistematis. Untuk mengakses perangkat lunak, data base ini terbilang sangat penting. Berikut pengertian, jenis, dan produk database.

Di era informasi saat ini, hampir setiap orang membutuhkan dan mengoperasikan komputer, laptop, handphone, atau perangkat keras lainnya, baik untuk urusan pekerjaan atau sekadar untuk bersosialisasi lewat dunia maya.

Dalam perangkat tersebut terdapat sejumlah aplikasi yang terakses baik secara daring maupun luring. Namun, sebelum proses tersebut terjadi, ada sebuah sistem yang berperan sebagai tempat penyimpanan data atau database.

Pengertian database adalah sekumpulan data yang di kelola berdasarkan ketentuan tertentu yang saling berkaitan sehingga memudahkan dalam pengelolaannya.

berdasarkan dari berbagai sumber, secara sederhana, database atau basis data merupakan sekumpulan data atau informasi yang tersimpan secara sistematis. Database memiliki peran penting dalam perangkat untuk mengumpulkan informasi, data, atau file secara terintegrasi.

Database membuat penyimpanan dan pengelolaan data menjadi lebih efisien. Adapun contoh database dapat di lihat dari pengembangan situs web.

Pengertian dan Jenisnya : Database berwujud tabel yang terdiri dari kolom dan baris yang memuat atribut dan nilai tertentu. Adapun jumlah kolom dan baris dalam suatu database tergantung pada jumlah kategori atau jenis informasi yang perlu di simpan.

Fungsi Database

Fungsi database adalah untuk menghindari data ganda yang tersimpan. Suatu database management system (DBMS) dapat teratur supaya bisa mengenali duplikasi data ketika menginput. Namun selain untuk menghindari data ganda, database memiliki fungsi lainnya, antara lain: Mengelompokan data dan informasi.

Memudahkan dalam identifikasi data. Memudahkan proses akses, menyimpan, pembaharuan, dan penghapusan data. Menjadi alternatif terkait masalah penyimpanan ruang dalam suatu aplikasi. Menjaga kualitas data yang di akses sesuai input.

Menunjang kinerja aplikasi yang memerlukan penyimpanan data. Selain fungsi di atas, database bermanfaat untuk meminimalisasi redundansi data atau munculnya banyak data dalam file yang berbeda. Database dapat menunjang keamanan data. Hal tersebut lantaran sistem yang telah tersusun secara aman melalui instrumen password sehingga data hanya bisa terakses oleh pihak yang terizinkan.

Melalui sistem yang mampu menyeleksi data menjadi suatu kelompok berurutan, database dapat menghasilkan pencarian suatu informasi dengan lebih cepat. Namun, kecepatan tersebut juga terpengaruh oleh jenis database yang di gunakan.

Jenis Database

Mengutip Gramedia, database terbagi menjadi lima jenis dengan fungsi yang beraneka ragam, yaitu:

1. Operational Database Operational database juga di kenal dengan nama On Line Transaction Processing. Database jenis ini berfungsi sebagai wadah mengelola data dinamis secara real-time atau langsung. Di samping itu, operational database memberikan manfaat kepada penggunanya untuk melihat hingga memodifikasi data.

2. Jenis Database Warehouse Database jenis ini sering di gunakan untuk melakukan analisis dan pelaporan data. Database warehouse di anggap sebagai komponen inti business intelligence. Database warehouse yaitu repository sentral terpadu dan berasal dari satu atau lebih sumber yang berbeda.

3. Distributed database berbeda dengan sistem paralel yang terhubung erat dan memiliki sistem pada data tunggal. Basis data yang satu ini tidak terpasang pada perangkat komputer atau sejenisnya yang serupa. Sistem ini terdistribusi melalui suatu situs yang tergabung dan tidak memiliki komponen fisik.

4. Relational Database Relational database mengorganisir data berdasarkan model hubungan data. Basis data relasional ini tergunakan oleh banyak perangkat lunak untuk mengatur dan memelihara informasi melalui hubungan setiap data. Beberapa produk relational database yang sering tergunakan adalah SQL, Oracle, MySQL, SQLite, dan sebagainya.

5. End-User Database Basis data yang satu ini di kembangkan oleh end-user melalui workstation meraka. Berbagai jenis berkas data di buat sendiri dengan suatu prosedur tertentu. Adapun contohnya seperti spreadsheet, word processing, dan download file.

Basis data lainnya :

Pengertian dan Jenisnya, Selain kelima database di atas, terdapat basis data lainnya yakni analytical database, real-time database, external database, navigation database, hypermedia database, in memory database, dan document oriented database. Sementara itu, mengutip Decoding, perangkat lunak database yang sering di gunakan dalam pemrograman, di antaranya:

Oracle: Oracle merupakan sistem relational database yang diproduksi oleh perusahaan Oracle. Sistem Oracle mengacu pada struktur memori server-side sebagai sistem area globalnya.

JSON: JSON atau JavaScript Object Notation adalah format file yang memanfaatkan teks untuk mengirim data. Sinkronisasi data JSON bisa dilakukan secara real-time.

Ms SQL Server: Microsoft SQL Server berfungsi menyimpan dan mengambil data sesuai permintaan aplikasi lainnya. Produk yang dikembangkan oleh Microsoft ini dapat berjalan melalui komputer yang sama atau komputer lain lewat jaringan internet.

Firebird: Firebird merupakan sistem SQL open source yang dapat berjalan pada sistem operasi Windows, Mac OS X, maupun Linux.

MySQL: Banyak produk IT yang dibuat dengan sistem manajemen basis data relasional yang satu ini, seperti Flickr, Google, WordPress, hingga Youtube.

MariaDB: MariaDB merupakan sistem yang dikembangkan dari MySQL yang bertujuan mempertahankan kompatibilitas data MYSQL.

PostgreSQL: Sistem ini dapat menyimpan data secara aman dan mengembalikan data tersebut melalui respon dari aplikasi lainnya. Produk basis data ini dapat bekerja lewat aplikasi mesin tunggal kecil hingga aplikasi internet besar.

Perangkat Keras