Beijing Percepat Adopsi Metaverse dalam Rencana Pengembangan Kota

Beijing Percepat Adopsi Metaverse dalam Rencana Pengembangan Kota

Pemerintah Kota Beijing mengumumkan inovasi dan rencana pengembangan Metaverse dalam dua tahun ke depan. Tujuan pembangunan ini berfokus pada promosi pengembangan industri terkait Metaverse dan mendorong Beijing menjadi kota ekonomi digital. Rencana ini mengharuskan semua kabupaten membangun infrastruktur teknologi di tingkat perkotaan dan mempromosikan penggunaannya di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan pariwisata di mana administrasi pemerintah kota Beijing berada, akan menjadi contoh terdepan rencana pembangunan ini.

Sebelumnya, sub pusat Beijing telah menandatangani perjanjian kemitraan dengan DAGAO International Art Zone untuk merilis taman pengujian untuk Metaverse seluas 32.000 meter persegi. Program pengembangan akan menggunakan teknologi seperti augmented dan virtual reality, visualisasi 3D dan GIS (Geographic Information System) untuk membangun platform digital ruang kota visual.  Pengumuman itu juga menyoroti rencana Beijing untuk menjaga kekayaan intelektual metaverse untuk meningkatkan ekosistem industri.

Di bawah pemantauan, beberapa kabupaten akan diminta menawarkan dukungan keuangan dan sumber daya manusia untuk membangun realitas virtual. Metaverse adalah istilah teknologi yang berasal dari novel cyberpunk tahun 1992 Snow Crash oleh penulis fiksi ilmiah Neal Stephenson. Istilah ini menggambarkan dunia virtual yang mencakup segalanya di mana orang dapat bermain, bersosialisasi, dan berinteraksi satu sama lain dengan menggunakan avatar.

Selama beberapa bulan terakhir, dua kota besar di China telah mengumumkan rencana aksi multi-tahun dengan Metaverse dan NFT sebagai fokus. Sebelum Beijing, Shanghai juga memasukkan Metaverse dalam rencana pengembangan lima tahun, di mana pemerintah kota Shanghai berjanji untuk mengembangkan industri metaverse 350 miliar yuan atau sekitar USD51 miliar pada akhir 2025.

Meningkatnya minat Beijing terhadap teknologi Web3 terkemuka dapat mengarah pada adopsi yang lebih luas di negara tersebut. Sebelumnya, Biro Ekonomi dan Teknologi Informasi Kota Beijing menerbitkan dokumen yang menyoroti rencana pengembangan industri manusia virtual senilai 50 miliar yuan atau USD7,5 miliar dalam tiga tahun ke depan dengan memanfaatkan teknologi Web3.

Pemrograman